BAB 14

1010 Kata

Senja di Jakarta memang selalu penuh kejutan, dan kali ini Evana merasakan betul hal itu. Hari itu, sejak pagi wajahnya sudah kusut masai. Di kantor ia tidak bisa berkonsentrasi penuh. Banyak yang menduga ia sedang sakit, padahal kenyataannya pikirannya terlalu penuh dengan kegelisahan. Sejak pertemuan lamaran yang berakhir kacau, ditambah tekanan ibunya yang tak henti-henti, hidupnya serasa penuh benang kusut. Ia tidak tahu bagaimana harus menguraikan satu per satu. Begitu jam kerja usai, ia sebenarnya ingin segera pulang, tapi hatinya terasa berat. Biasanya ia bisa saja memesan ojek online untuk mempercepat perjalanan. Namun malam itu, entah kenapa ia malas. Rasanya ia ingin berjalan lebih lama, seperti ingin mengulur waktu agar tidak terlalu cepat sampai rumah. Jalanan di depan kanto

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN