Langit masih tampak kelabu, namun hiruk pikuk ibu kota seperti biasa tak pernah menunggu. Jalanan sudah padat oleh kendaraan yang berebut laju, klakson bersahut-sahutan, dan gedung-gedung tinggi yang seakan menantang awan. Di salah satu gedung pencakar langit bergaya modern, dengan dinding kaca hitam yang berkilau, berdiri sebuah perusahaan multinasional yang namanya sudah tak asing lagi: Moretti Group. Bagi sebagian besar pebisnis di Asia, nama itu identik dengan prestise, kekuatan finansial, dan kejayaan. Dan pagi ini, suasana di lantai paling atas, ruang kantor eksekutif, terasa jauh lebih tegang dari biasanya. Sebab hari ini sang pemilik sekaligus CEO kembali. Dialah Demian Moretti, atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Mister Demian oleh karyawan-karyawannya. Tidak banyak

