BAB 15

1619 Kata

Lampu-lampu kristal di lobi salon berkilau indah, memantulkan cahaya yang membuat suasana semakin elegan. Aroma parfum mewah dan musik klasik lembut masih mengalun ketika Evana melangkah keluar dari ruang rias. Gaun panjang berwarna maroon dengan potongan anggun membalut tubuhnya. Rambutnya ditata gelombang lembut, make-up tipis namun menawan menegaskan kecantikan natural yang selama ini tertutupi. Untuk pertama kalinya, Evana merasa dirinya seperti bukan Evana yang biasa—bukan gadis sederhana yang terbiasa dengan transportasi umum, dengan wajah lelah sepulang kerja, dengan rambut yang dibiarkan seadanya. Kini ia seperti tokoh utama dalam cerita dongeng, yang hanya bisa ia lihat di layar televisi atau majalah. Dan di sofa panjang lobi, seorang pria menunggunya. Elvano. Pria itu duduk d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN