Rajendra Jagatra, begitulah nama yang dipilih Hakim untuk putranya. Bayi mungil yang berbalut selimut pink itu, lahir lebih cepat dari perkiraan, namun hadir dengan tangisan lantang yang membelah sunyi rumah sakit. Segala dugaan tentang bayi perempuan sirna, sebab yang lahir justru seorang jagoan kecil. “Gak papa, Sayang. Mau laki-laki atau perempuan kan tetap darah daging kita,” ucap Hakim penuh kelembutan. “Tapi aku udah beli barang bayi brand mahal. Hadiah juga yang dikasih ke aku itu pink semua, mana harganya ada yang sampe ratusan juga.. hiks… sayang kalau gak dipake, Mas.” “Simpen aja ya. Kita beli yang baru.” “Nggak… hiks… padahal…. Ahhhh males ah, buang-buang uang tau, Mas… hiks…” Padahal Hakim sama sekali tidak keberatan harus membeli perlengkapan baru untuk putranya, tetapi

