Suasana di ruang tengah mansion itu mencekam. Beberapa pajangan kaca mahal berjatuhan, pecah berantakan di lantai marmer, berserakan di antara kursi-kursi mewah yang terguling. Di tengah ruangan, Diana duduk di kursi rodanya, napasnya memburu, rambut acak-acakan, matanya liar penuh amarah. Ia berteriak marah sambil melemparkan vas bunga ke arah salah satu maid, yang buru-buru menunduk menghindar. "Dasar bodoh! Kalian semua tidak becus! Mana Amir?! Suruh dia bawa aku keluar dari mansion busuk ini!" teriak Diana, nadanya memekakkan telinga. Beberapa maid hanya berdiri kaku di sudut ruangan, wajah mereka pucat, ketakutan, tapi tak ada satu pun yang berani mendekat untuk membantu mendorong kursi roda Diana. Mereka sudah cukup tahu bahwa keadaan Nyonya Diana kini bukan lagi kekuasaan yang me