Bab 43. Memulai Dari Awal

1144 Kata

Rumah sakit itu tampak lengang sore itu, seakan ikut bernafas lega bersamaan dengan langkah-langkah Azka yang kini terasa lebih ringan dari biasanya. Jaket kulitnya basah oleh gerimis tipis yang baru saja mengguyur sepanjang perjalanan, tapi ia tidak peduli. Yang ada di pikirannya hanya satu: Qiana dan Tiara. Ia mempercepat langkahnya melewati lorong-lorong rumah sakit yang familiar, jantungnya berdegup kencang, bukan karena gelisah—tapi karena harapan. Sesampainya di depan ruang pemulihan, ia melihat pemandangan itu: Qiana duduk di kursi di samping tempat tidur kecil Tiara. Wajahnya lelah tapi lembut, matanya menatap penuh cinta ke arah anak kecil yang masih terlelap dengan infus di tangan mungilnya. Sesekali, Qiana membelai lembut rambut Tiara, seolah membisikkan janji bahwa semuanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN