"Gila, kamu!" Sheza sudah hendak berdiri, namun Vano menarik tangannya agar kembali duduk. Tatapan pria itu mengunci Sheza, membuat wanita yang rambutnya tergerai itu merasakan jantungnya berdetak lebih cepat. "Aku bisa melakukannya lagi, dan aku jamin kamu bisa merasakan perasaanku kali ini." Tangan Vano terulur memegang pipi Sheza. Entah mengapa mantan kekasih Vano itu malah mematung, seolah tidak bisa menggerakkan badannya. Mungkinkah Sheza juga sebenarnya menginginkan Vano seperti yang pria itu katakan? Perlahan Vano memajukan wajahnya mendekati wajah Sheza. Dia memastikan tak ada penolakan lagi seperti malam itu di apartemennya. Dan akhirnya bibir keduanya kembali bertemu untuk kedua kali. Vano bergerak lembut dan tidak tergesa, sedangkan Sheza masih belum membalasnya. Wanita it

