bc

Benci Yang Salah Diagnosa

book_age18+
5
IKUTI
1K
BACA
revenge
contract marriage
family
HE
opposites attract
friends to lovers
playboy
stepfather
single mother
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
lighthearted
serious
kicking
city
office/work place
secrets
actor
like
intro-logo
Uraian

Di rumah sakit, mereka adalah dua dokter spesialis terbaik yang dipaksa bekerja sama demi menyelamatkan nyawa pasien.

Di rumah, mereka adalah tetangga yang saling melempar tatapan sinis dan berebut lahan parkir setiap pagi.

​Hubungan Dr. Elara dan Dr. Keanu selalu didiagnosis sebagai permusuhan abadi.

Namun, ketika ego perlahan melunak di bawah tekanan ruang operasi, sebuah rahasia besar dari masa lalu mencuat ke permukaan.

Kematian tragis kakak Elara belasan tahun lalu ternyata menyeret nama keluarga Keanu dalam sebuah kebohongan besar.

​Ketika rasa benci ternyata adalah salah diagnosa dari rasa cinta yang terlarang, sanggupkah mereka bertahan saat kenyataan memaksa mereka untuk kembali menjadi asing?

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. ambigu
"Keanu Veyron, b*****t!" Elara Pramesti hampir saja menjatuhkan pouch kosmetiknya ke atas wastafel kalau saja tangannya tidak refleks mencengkram pinggiran marmer. Suara deru mesin treadmill dari rumah sebelah yang dinding kamarnya berdempetan langsung dengan kamar Elara kembali berbunyi. Pagi baru menunjukkan pukul lima lewat lima belas menit. Gila. Manusia macam apa yang sudah memacu jantungnya di atas mesin sialan itu sepagi ini? Ah, Elara lupa. Tetangganya itu bukan manusia. Dia adalah spesies robot berwujud dokter saraf yang sayangnya punya wajah tampan di atas rata-rata, tapi kelakuannya minus di bawah permukaan laut. Dengan langkah menghentak penuh emosi, Elara menyambar handuknya. "Awas lo ya, liat aja nanti di rumah sakit," gerutunya sambil menyalakan shower air hangat, mencoba menenggelamkan suara detak konstan mesin treadmill yang rasanya seperti sengaja menabuh genderang perang di kepalanya. Permusuhan Elara dan Keanu itu bukan hal baru. Kalau dihitung-hitung, usianya sudah lebih dari dua dekade. Sejak zaman mereka masih ingusan, pakai seragam putih-merah, sampai sekarang sudah sama-sama menenteng gelar dokter spesialis dan jas putih kebanggaan, kata akur tidak pernah ada dalam kamus mereka. Tetangga kompleks perumahan mereka sudah kenyang melihat drama dua anak manusia ini. Mulai dari urusan peringkat paralel di sekolah yang selalu kejar-kejaran, jika Keanu peringkat satu, Elara peringkat dua, lalu semester depan Elara bakal mati-matian merebut takhta itu sampai urusan sekecil siapa yang paling cepat sampai ke pagar rumah setelah turun dari jemputan sekolah. Tapi, itu dulu. Sebelum persaingan kekanak-kanakan itu berubah menjadi dingin, kaku, dan penuh kebencian nyata setelah tragedi belasan tahun lalu. Tragedi yang membuat kedua orang tua mereka tidak lagi saling bertegur sapa, melainkan saling melempar tatapan membunuh setiap kali berpapasan di depan rumah. Tragedi yang merenggut kakak perempuan Elara, dan menyisakan luka menganga yang tidak akan pernah bisa dijahit oleh benang bedah secanggih apa pun milik Elara. *** Tepat pukul enam lewat tiga puluh menit, Elara sudah rapi dengan blus satin berwarna hijau zamrud dan celana kulot hitam. Rambut panjangnya dicepol asal namun tetap terlihat elegan khas perempuan sibuk. Begitu dia membuka pintu gerbang rumahnya, pemandangan menyebalkan langsung menyambut indra penglihatannya. Mazda CX-5 hitam milik Keanu sedang bergerak mundur, memotong jalur jalan komersial kompleks yang sempit. Dan, yang paling bikin darah Elara mendidih, bagian belakang mobil itu sengaja berhenti agak serong, menutup hampir setengah dari akses pagar rumah Elara. Elara menghentikan langkahnya, berdiri tegak di tengah jalan dengan kedua tangan bersedekap di da da. Matanya mendelik tajam ke arah kaca mobil Keanu yang gelap. Merasakan ada hadangan, kaca mobil itu perlahan turun. Menampilkan sesosok pria dengan rahang tegas, rambut yang tertata rapi tanpa ada satu helai pun yang keluar dari tempatnya, dan sepasang mata elang di balik kacamata hitam yang bertengger di hidung bangirnya. Keanu Veyron, dengan wajah tanpa ekspresi andalannya. "Minggir, Dokter Pramesti. Lo menghalangi jalan," suara bass Keanu terdengar datar, saking tenangnya sampai terdengar super menyebalkan di telinga Elara. Elara maju satu langkah, menendang pelan ban depan mobil Keanu dengan ujung flat shoes-nya. "Lo sengaja kan markir mobil agak serong semalem? Gue susah keluar tahu! Kalau nggak suka lihat muka gue tiap pagi, pindah rumah aja sana! Lagian om dan tante udah nyuruh lo pindah, kan? Kenapa masih betah di sini sih?" Keanu mendengus pelan. Ia mematikan mesin mobilnya, melepas kacamata hitamnya dengan gerakan lambat yang sengaja dibuat untuk memancing emosi Elara, lalu bersandar santai di kursi kemudi. "Kenapa gue yang harus pindah? Lo saja yang pindah rumah sakit," balas Keanu, menatap Elara lekat-lekat. "Heh! Rumah sakit itu tempat gue berbakti ya! Lagian, kalau rumah sakitnya milik gue, gimana?" Elara berkacak pinggang, dagunya terangkat menantang. Keanu menatap perempuan di depannya dari atas sampai bawah. Di matanya, Elara tidak pernah berubah. Tetap si gadis kecil keras kepala, cerewet, dan impulsif yang selalu ingin menang sendiri. Tapi, entah kenapa, setiap kali melihat binar amarah di mata bulat Elara, ada sesuatu yang bergetar aneh di d**a Keanu. Sesuatu yang sudah lama dia kunci rapat-rapat bersama rahasia besar yang dia pikul sendirian di pundaknya. "Kalau begitu—” Keanu menjeda kalimatnya, memajukan tubuhnya sedikit ke arah jendela, membuat jarak di antara mereka mengikis hingga Elara bisa mencium aroma parfum woody maskulin milik pria itu. “Apa?” “Gue bakal beli rumah di sebelah rumah sakit itu, supaya gue tetap bisa gangguin lo setiap hari." Elara mengerjapkan mata. Jantungnya tiba-tiba melakukan lompatan kecil yang tidak masuk akal. Kalimat Keanu terdengar ... ambigu. Otak bedahnya yang biasa bekerja cepat mendadak blank selama tiga detik penuh. Namun, sebelum Elara sempat membalas dengan makian terbaiknya, Keanu sudah menaikkan kaca mobilnya kembali dan menyalakan mesin. Mobil hitam itu melesat mulus, meninggalkan Elara yang mengumpat pelan sambil menendang angin ke udara. "Setan lo, Keanu!" teriak Elara tertahan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
749.4K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.8M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
982.4K
bc

A Warrior's Second Chance

read
361.7K
bc

Not just, the Beta

read
349.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook