“Akhirnya… selesai juga,” gumam Gianna pelan sambil memijat pelan tengkuknya yang pegal. Kelas singkat itu terasa jauh lebih menguras pikiran daripada yang ia bayangkan. Setiap detail cara duduk, cara berjalan, bagaimana tersenyum tanpa terlihat gugup, hingga cara mengatur napas, semua terasa seperti aturan baru yang menempel di kepalanya. Livia, konsultan etiket yang mengajarinya, sedang membereskan buku catatan kecil dan beberapa perlengkapan yang tadi digunakan. Wanita itu tersenyum sopan, tidak terlihat lelah meski jelas ia sudah bicara hampir tiga jam penuh. “Saya permisi, Nyonya,” ucap Livia sambil sedikit membungkuk hormat. Gianna membalasnya dengan anggukan dan senyum ramah. “Ya, silakan. Terima kasih atas bantuannya,” ujarnya tulus. Meski hatinya masih penuh tanda tanya, dia te

