Jason duduk di samping Gianna, bahunya menempel ringan pada kursi kulit mobil yang terasa dingin. Pandangannya lurus ke depan, menatap ke arah jalan yang masih diselimuti kabut malam. Di tangannya, jemari panjangnya mengepal pelan, seolah menahan sesuatu yang lebih dari sekadar lelah. “Jalankan mobilnya sekarang, Romeo,” ucap Jason datar tapi tegas, matanya masih tak beralih. “Baik, Signor. Ke Tuscany?” tanya Romeo, memastikan. Jason mengangguk perlahan. “Kamu sudah tahu itu,” balasnya dengan nada dingin. Suasana di dalam mobil terasa tegang dan sunyi. Hanya suara mesin yang bergemuruh lembut, menyertai langkah besar mereka menuju daerah pedesaan yang tenang, Tuscany, tempat yang sudah lama Jason siapkan untuk memindahkan Gianna jauh dari semua urusan kotor dan intrik berbahaya yang me

