Usai akad, semuanya terasa lebih nyata. Kini, Arafah sudah sah menjadi istri Bima. Udara pagi terasa sejuk saat Arafah dan Bima berjalan beriringan di halaman masjid. Mereka baru saja selesai menjalani akad. Tidak ada pesta besar, hanya doa-doa yang mengiringi pernikahan. Cahaya oranye menyinari reruntuhan bangunan yang dulunya kota megah. Entah apa alasan Tuhan, dan rencana—Nya, membuat kota itu kini menjadi kota yang tidak lagi cantik seperti dahulu kala. Hanya tersisa puing-puing, kesedihan, dan lara. Bima berjalan di samping Arafah dengan langkah santai. Seragamnya masih sama seperti saat akad, hanya kancing atasnya yang kini sudah dibuka, memberi kesan lebih santai. Sementara itu, Arafah masih dalam balutan gamis putih sederhana yang dipadukan dengan kerudung panjang—gaun pernikah