Begitu turun dari pesawat, beberapa rekan militer Bima menyambutnya dengan hormat. Suster Sonya dan beberapa tenaga medis lain yang dulu bersama Arafah di rumah sakit bencana juga ikut pulang bersama. Mengakhiri perjalanan panjang mereka. Berbeda dengan Bima yang disambut hangat —bahkan beberapanya y sendiri tidak ada yang menyambut atau datang menjemput. Bukan karena tidak punya teman—melainkan karena kenyataan yang lebih menyakitkan. Sudah lama sejak Arafah kehilangan keluarganya. Dia mulai terbiasa menjalani hidup sendiri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain sebagai tenaga medis sukarela. Tidak ada rumah untuk pulang. Tidak ada yang menunggu. Bima mencari–cari keberadaan sang istri yang sengaja menjauh disaat dirinya sibuk melakukan konfrensi pers singkat. Digenggamnya Arafah