BAB 50 - Kado Pernikahan?

1500 Kata

Ponsel di genggaman Zidan terasa panas, seolah kalimat yang tertera di layarnya adalah bara api yang membakar. Dia membaca pesan itu berulang kali, matanya menelusuri setiap huruf, setiap tanda baca, mencoba mencari celah atau kesalahan. ​|| Berhenti menghubungiku, tentang masalah ini, kita selesaikan saja di meja hijau dan ... sampai jumpa di meja hijau, Zidan. ​Meja hijau, dua kata itu seperti palu godam yang menghantam Zidan tepat di ulu hati. Bukan, ini bukan Kanika-nya. Ini bukan perempuan penurut yang selalu mengangguk dan menurut. Bukan Kanika yang pernah menangis saat dia hanya tak membalas pesan. ​“Ah, s**t!” geram Zidan seketika, suaranya pecah di tengah ruangan yang sunyi. Ponsel itu ia banting ke meja, suaranya nyaring memantul di dinding. “Dari mana dia punya keberanian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN