“Jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi, Fabian?” Suara Zayyan, sang papa memecah kesunyian yang mencekam. Ruang tamu itu terasa begitu tegang, kontras dengan pasangan paruh baya di hadapan mereka, Zayyan dan Zoya, yang biasanya tampak begitu hangat dan menyenangkan. Kini, raut wajah mereka menunjukkan ketegasan yang tak terbantahkan. Fabian dan Kanika yang baru saja tertangkap basah sedang berenang, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Kanika menunduk, tak berani mengangkat wajahnya. Kekhawatiran yang ia rasakan sebelumnya kini terwujud. Dia tidak punya keberanian sedikit pun untuk menghadapi kedua orang tua Fabian. Sejak awal, pertanyaan itu memang ditujukan pada Fabian, dan Kanika hanya bisa diam, membiarkan Fabian menghadapi situasi ini sendirian. “Hem, tidak ma

