BAB 49 - Sampai Jumpa di Persidangan ~

1852 Kata

Akibat ulah Fabian, Kanika kini bersembunyi di dalam kamarnya, dadanya naik-turun menahan detak jantung yang menggila. Telapak tangannya menempel di d**a, mencoba menenangkan irama yang tak karuan. ​“Aduh, huft ... ya ampun," gumam Kanika sembari menyandarkan tubuhnya di balik pintu yang baru saja dia tutup. “Bisa-bisanya dia begitu, lagian kenapa juga aku ladenin, sih?” ​Dia merutuki dirinya sendiri. Jujur saja, dia menyesal sudah mengimbangi candaan Fabian. Pembicaraan yang dimulai dari hal sepele berubah menjadi lelucon-lelucon yang terdengar seperti percakapan sepasang suami-istri. Dan yang paling parah, Fabian benar-benar akan membuktikan ucapannya tadi jika Kanika tidak melarikan diri. ​Bodoh, Kanika, bodoh! batinnya. Dia masih bisa merasakan panas di wajahnya. Pikiran tentan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN