BAB 57 - Malam (Kedua)

1353 Kata

Fabian melangkah keluar dari kamarnya, menapaki setiap anak tangga dengan langkah ringan, nyaris tanpa suara. Lorong lantai bawah sepi, hanya ada keheningan yang menjadi saksi bisu niat nekatnya. Dia tidak memedulikan Lintang yang masih pulas di kamarnya, karena yang ada dalam pikirannya hanyalah Kanika, dan bagaimana ia akan menemukan kedamaian yang dicarinya. ​Sesampainya di lantai atas, Fabian bergegas menyusuri lorong yang sama gelapnya. Fabian berhenti tepat di depan sebuah pintu yang tertutup rapat, pintu kamar yang ditempati oleh Kanika. Tangannya yang dingin mengulurkan kunci cadangan, mencoba memasukkannya ke lubang kunci dengan hati-hati. ​Bunyi klik yang pelan terdengar, menandakan pintu itu berhasil terbuka. Fabian menghela napas, dia membuka pintu dan masuk ke dalam. P

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN