Dalam keadaan panik, tanpa mandi ataupun merapikan penampilannya, Fabian bergegas mencari Kanika. Tujuan pertama dan utama ialah rumah pribadi Kanika, setitik harapan bahwa wanita itu melarikan diri ke sana begitu nyata di dalam benak Fabian. Dengan kecepatan tinggi dan tanpa peduli dengan apapun, Fabian mendatangi tempat tujuan. Kebetulan jalanan masih sepi, Fabian sangat leluasa dan menguasai jalanan tanpa khawatir akan menabrak sana-sini. Dan, begitu tiba di lokasi, Fabian bergegas turun dan segera mengetuk pintu rumah minimalis modern di hadapannya itu. “Kanika ...." Dengan baik-baik Fabian memanggil nama yang punya rumah. Berharap bahwa akan ada sahutan di sana. Sayangnya, berkali-kali Fabian coba hasilnya nihil, tidak ada suara Kanika. Apalagi sampai ke tahap pintu itu akan di

