BAB 32 - Berakhir Sebelum Memulai

1620 Kata

​“Maafkan aku, Zidan.” Kanika menunduk dalam, tatapannya tersembunyi di balik helai rambut yang jatuh. Ia kembali ke dalam dirinya, merasakan gelombang rasa bersalah yang tak henti-hentinya menerpa. Setelah Zidan menenangkannya beberapa waktu lalu, kini ia mencoba untuk jujur, walau terasa berat. ​“It's okay, ini hanya sebuah kecelakaan, dan memang harusnya kamu bilang dari awal.” Suara Zidan terdengar lembut, tapi Kanika bisa menangkap ada getaran lain di sana. ​“Awalnya memang mau bilang, tapi aku tidak punya keberanian.” Kanika mengakui. Ia terlalu takut. Takut Zidan akan meninggalkannya, takut keluarganya kecewa, takut semua rencananya hancur. ​Zidan menghela napas. Ia menatap Kanika, matanya memancarkan kelelahan yang dalam. “Masuklah, Kanika. Sudah malam,” ujarnya, seraya mendoron

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN