BAB 30 - Bicara Empat Mata (Katanya)

1610 Kata

Fabian melangkah meninggalkan Kanika, punggung tegapnya menghilang dari pandangan. Namun, setiap langkahnya terasa ringan. Senyumnya mengembang, senyum penuh rahasia yang tidak akan dipahami orang lain. Dalam hatinya, dia bersorak. ​“Sudah kuduga dia pasti hamil. Dokter juga bilang benihku premium, masuk akal kalau sekali langsung berhasil." ​Jika Kanika pusing tujuh keliling memikirkan kehamilan yang tak terduga ini, Fabian justru merasakan gelombang kebahagiaan dan kebanggaan. Baginya, kabar ini adalah berkah. Kehamilan Kanika bukan sekadar pertanda bahwa dirinya akan menjadi ayah, melainkan juga sebuah senjata untuk menjerat Kanika, untuk mengikat wanita itu dalam penjara yang dia ciptakan sendiri. Lebih dari itu, kehamilan ini menjadi alasan baru baginya untuk hidup, untuk berjua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN