Bab 10. Firasat

1303 Words

Aris tidak menghiraukan teriakan Laura. Dia melangkah cepat, masuk ke dalam kamarnya. “Kamu harus dikasih pelajaran, lont* kecil!” Bruk! Aris melempar tubuh Laura ke ranjang dengan sangat kuat. Seolah Laura adalah benda mati yang tidak bisa merasakan sakit. Laura meringis kesakitan. Tangannya terkilir karena tidak siap dilempar. Ditatapnya Aris yang mulai sibuk dengan ponsel Regantara. 'Apa lagi sekarang?' gumamnya di dalam hati. "Kalok Regan tahu aku ngobok-ngobok kamu ... Kira-kira gimana reaksi dia?" ucap Aris seraya tersenyum devil. Laura kesulitan menelan ludah. Meski tidak ada rasa cinta, tapi membiarkan Regantara menyaksikan adegannya dengan pria lain, apakah itu pantas? Saat Laura sibuk dengan pikirannya, Aris bertindak cepat. Ia langsung menyergap kedua tangan Laura.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD