Bab 2

1104 Words
"..." "Sudah baca surat dari Mama Sydney?" tanya Vivian lagi. "Iyaa sudah mom." "Ok! Bersiaplah... Uncle James sudah ada di ruang tamu menunggumu," ujar Vivian dan berlalu meninggalkan Audie di kamar. Audie yang belum paham hanya mengikuti perintah Mommy Vivian dan dengan segera bergegas mandi lalu berpakaian. Audie turun ke lantai satu menuju ruang tamu. Disana sudah ada James dan Vivian yang sedang berbincang. "Haii cantikk!" sapa James, dan mengecup pipi Audie. "Hai uncle James!" balas Audie. "Are you ok?" tanya James yang melihat mata sembap Audie. "Hmm uncle..." jawab singkat Audie dan duduk di samping Vivian. "Sarapan dulu sayang, ini sarapan kamu. Isi tenaga kamu..." ucap Vivian lembut sambil memberikan nampan yang berisi s**u hangat dan roti panggang lengkap dengan isian d**a ayam dan aneka sayuran organik yang mengunggah selera. Setelah selesai sarapan. Audie mendengarkan cerita dan penjelasan dari James dan Vivian. Bagaimana Mama Sydney di khianati oleh suaminya sendiri. Aset berharga perusahaan Sydney di ambil alih secara perlahan oleh suaminya. Dan berakhir dengan kematian yang tragis. Mulai saat itu kehidupan Audie berubah total. Hari-harinya diisi dengan kesibukan, mulai dari kuliah di bagian bisnis, berlatih bela diri, dan masuk ke perusahaan pada saat usia 20 tahun menggantikan Vivian sebagai CEO. Menjadi seorang wanita muda sukses yang terkenal... --- Cuaca di Rotherham begitu lembab dan dingin karena diguyur hujan semalaman. Embun pagi pada kaca jendela dan rintik hujan yang masih terdengar begitu menyegarkan hati. Sekarang usia Marissa atau Audie sudah genap menginjak 23 tahun. Begitu banyak kisah yang dia lewati selama lima tahun ini. Dan rencana yang sudah disusun dengan baik bersama Vivian dan James. Mereka memutuskan untuk kembali ke Kota Berlin di Jerman. Karena di sana lah semua peristiwa ini terjadi. Menurut informasi yang James dapatkan. Kalau selama lima tahun ini. David selalu mencari Marissa. Karena di surat wasiat yang Sydney tinggalkan. Hak sah penerima perusahaan yang didirikan Sydney di Berlin adalah Marissa putri kandungnya. Namun entah bagaimana. Semua pengurusan dan hak waris sementara jatuh ke tangan David dan istri keduanya Kimberly Cole. Dengan alasan Marissa masih sangat kecil pada saat itu. Sejak usia Marisa delapan belas tahun, sudah lima tahun David mengerahkan detektif dan orang kercayaannya untuk mencari Marissa. Tapi hasilnya nihil. Marissa bak hilang ditelan bumi. Maka dari itu David dan Kimberly berada di atas angin dengan posisi mereka. "Jadi, sesuai rencana kita. Audie kembali menjadi Marissa dan Uncle James akan mengatur mereka menemukan keberadaan kamu" seru James sambil menyesap segelas capuccino. "Ok uncle James" jawab Audie mengerti. "Dan ini perlengkapan kamu sayang" ujar Vivian sambil memberikan sebuah paper bag. "Ini apa mom?" tanya Audie sambil membuka isi tas tersebut. Dilihatnya sebuah kacamata hitam model vintage yang kacanya lumayan tebal tanpa ukuran. "Ini adalah identitas yang kita berikan untuk seorang Marissa" ujar James. "Hmm? Maksud Uncle?" Audie belum mengerti. Memakai kacamata untuk seorang Audie yang begitu modis. "Iyah sayang, buatlah karakter Marissa adalah anak yang baik, yang tidak mengerti apapun, anak yang polos dan gila kerja. Seorang anak gadis polos yang tinggal di sebuah kota kecil." James menjelaskan dengan detail. "Ahhh... I see!" seru Audie mengerti. "Kayaknya kalau hanya dengan kacamata masih kurang Uncle dan Mommy!!" tiba - tiba Audie berdiri dan berlari menuju ke kamarnya. "...." Vivian dan James saling bertatapan dengan wajah kebingungan. "Mau ngapain tuh anak?" tanya James. "Entahlah James," balas Vivian sambil mengangkat bahunya yang tidak mendapatkan jawaban. Lima belas menit berlalu. Audie keluar dari kamar dan kembali ke ruang tamu untuk memperlihatkan hasil make over barunya ke Vivian dan James. "Bagaimana mom?? Uncle ??" tanya Audie sambil memutar kan badannya. Memamerkan hasil mahakaryanya terhadap dirinya sendiri. "SEMPURNA!!!" seru Vivian dan James kompak sambil bertepuk tangan. Audie mengenakan kaca mata hitam yang tadi diberikan oleh Vivian, rambut di kuncir satu, dipadukan dengan dress vintage dan sepatu flat tanpa riasan diwajahnya. Hanya dipoles pelembab bibir warna peach. "Ok !! Im ready Mommy... Uncle !!" seru Audie semangat dengan penampilan barunya ini. Mereka bertiga saling bertos ria. Dan kembali menyusun rencana. --- Di kediaman David Zaque Tok tok tok.. "Tuan.. Ada tamu", kata Kepala pelayan di kediaman David. "Suruh masuk!"seru David. Tiga orang pria berpakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan David. "Bagaimana?" tanya David tanpa basa - basi. "Kami menemukan titik terang tuan. Sepertinya Nona Marissa masih hidup dan tinggal di sebuah kota kecil." ujar salah satu pria tersebut. David shock mendapatkan kabar tersebut. "Kenapa bisa anak yang sudah menghilang selama 18 tahun itu tiba - tiba muncul!" gumam David. "Temukan secepatnya dan bawa kesini hidup - hidup!!!" titah David penuh amarah. "Siap Tuan!!!" jawab ketiga pria itu serempak. Mereka bertiga pun keluar dari ruangan David. "Ada apa sayang ?" Kimberly masuk dan melihat David tengah menahan emosi. "Anak itu masih hidup!" ucap David. "Benarkah??" shock Kimberly. Karena dia tidak mau posisinya dan posisi kedua putrinya di lengserkan begitu saja. "Yah... mereka akan segera menemukan Marissa, dan kita atur rencana berikutnya. Biar bagaimana pun, saya membutuhkan tanda tangan anak itu!" ucap David lagi. Karena dia sadar. Status dia saat ini masih abu - abu. Dan dia membutuhkan hak penuh atas perusahaan ini. "Hmm baiklah sayang," ucap Kimberly dan mengecup bibir David. David yang menerima perlakuan Kimberly, membalasnya dengan lumatan panjang dan berakhir di ranjang. Flashback On Kimberly adalah pacar David. Mereka berdua berasal dari orang biasa - biasa saja. Kebetulan David bekerja di Perusahaan Sydney sebagai asistentnya karena David memiliki kepintaran. Kimberly dan David merencanakan agar David bisa mengambil hati Sydney. Seorang pengusaha muda yang sukses, yang begitu polos dan baik. David memperlakukan Sydney bak putri. Menjadi sosok pria yang sopan, lemah lembut, penyayang dan bertanggung jawab. Sydney jatuh cinta terhadap David, dan mereka pun pacaran. Kimberly adalah pendukung utama dalam rencana ini. Dibelakang Sydney, mereka tinggal bersama dan Kimberly selalu melayani nafsu birahi David. Semua rencana Kimberly dan David berjalan lancar. Akhirnya Sydney menerima lamaran David dan mereka pun menikah. Pada saat David masuk ke kediaman keluarga Lashon. David membawa Kimberly yang diperkenalkan sebagai adik angkatnya. Dan akhirnya Sydney pun tahu rahasia besar yang David dan Kimberly rencanakan. Dengan tidak sengaja, Sydney mendapati David tengah berhubungan intim bersama Kimberly. Dan mendengar percakapan mereka. Sydney begitu terpukul dan shock. Bahwa orang yang dia cintai, hanya ingin harta dan melenyapkannya. Namun dia memilih untuk diam dan mengikuti permainan dari David dan Kimberly. Sydney telah mengatur semua aset dan membeli sebuah pabrik industri besar atas nama Marissa di Rotherham. Untung saja Sydney memiliki seorang sahabat yang bisa dia percayai yaitu James. Yang bertindak sebagai pengacara pribadinya. Yang bisa membantunya mengurus semua dokumen - dokumen yang dia perlukan tanpa dicurigai oleh David. Dan tiba - tiba terjadilah kejadian naas yang menimpa Sydney. Hingga nyawa Sydney tak bisa di selamatkan. Flashback Off
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD