Sontak saja tubuh Syera melemas bagai tak bertulang setelah mendengar ucapan pria itu. Air matanya pun menetes tanpa bisa di tahannya. Dia benar-benar tidak menyangka. “Nara banyak menenggak obat tidur sehingga mengakibatkan efek samping dan dia belum sadarkan diri hingga saat ini.” Syera tak tahu lagi harus berkata apa. Mendengarnya saja sudah membuatnya ketakutan. “Kamu mau menemuinya? Dia sudah berada di rumah sakit saat ini, pihak keluarga sudah membawanya ke sana pagi tadi.” “Apakah boleh?” tanya Syera hati-hati. “Tentu saja, kenapa tidak? Lagi pula, kamu adalah sahabatnya,” balas Samuel. “Kita bisa mengunjunginya sekarang bila kamu mau, ini masih belum malam jadi masih ada waktu untuk membesuknya,” ucap pria itu seraya melirik jam pada ponsel miliknya. Tanpa pikir panjang