09. Sebuah Tips Dari Arumi

1609 Words

Area dapur begitu ramai karena Bi Asih dan Bi Ina sibuk menyiapkan bahan, sementara Zalima duduk di salah satu kursi bar, memperhatikan mereka sambil menyebutkan menu yang harus dimasak untuk malam nanti. Dia bukannya tidak ingin membantu, tapi baru saja memotong sawi kailan dan hendak mencucinya, Bi Asih langsung melarang. Katanya, jangan mengotori tangan. Kalau sampai Prajaka tahu Zalima ikut memasak, mereka bisa dimarahi. Selama tinggal di sini, Prajaka memang berpesan pada ART-nya agar melayani Zalima sebaik mungkin. Jangan biarkan dia melakukan pekerjaan rumah tangga. Kodrat menantu keluarga Dirgantara, kata Prajaka, adalah mengatur, memberi perintah, dan arahan—sementara orang lainlah yang dibayar untuk mengerjakan. “Kak Praja seingatku nggak picky eater, jadi harusnya nggak apa-ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD