Bab 72

1423 Words

Sore di mansion yang tadi terasa hangat perlahan berubah menjadi sedikit aneh. Sarah duduk di ruang tengah. Tangannya berada di atas perutnya seperti biajsa. Namun kali ini— wajahnya tidak tenang. Ia menarik napas. Panjang. Berat. Sekali. “Hhh…” Tiana yang sedang memainkan ponselnya langsung menoleh. Alisnya mengerut. “Ada apa?” Sarah tidak langsung menjawab. Ia menunduk. Tangannya mengepal sedikit di atas gaun rumahnya. Napasnya masih tidak teratur. Tiana langsung duduk tegak. “Kau kenapa?” Sarah mengangkat kepalanya perlahan. Matanya sudah berkaca-kaca. Dan tanpa peringatan— air matanya jatuh. “Aku…” Suaranya bergetar. Tiana langsung membeku. “Astaga, kenapa kau menangis?!” Sarah menggeleng cepat. Namun tangisnya justru semakin menjadi. “Aku mau…” Ia terisak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD