Bab 71

762 Words

Malam mulai turun di kota, membawa suasana yang jauh berbeda dari hangatnya mansion Javier. Di sebuah apartemen mewah dengan pencahayaan redup dan jendela besar menghadap lampu-lampu kota, seseorang berdiri diam dengan ponsel dij tangannya. Amanda. Wajahnya tidak lagi dihiasi senyum sinis seperti biasanya. Kali ini— yang ada hanya kemarahan. “Dia… hamil?” Suaranya rendah. Namun penuh tekanan. Di ujung telepon, suara seseorang mengiyakan dengan hati-hati. Informasi itu jelas. Tidak ada kesalahan. Sarah. Hamil. Mengandung anak Javier. Amanda menutup telepon tanpa berkata apa-apa lagi. Tangannya perlahan turun. Namun beberapa detik kemudian— ia melempar ponselnya ke sofa dengan kasar. “Sialan!” Langkahnya mulai mondar-mandir. Cepat. Gelisah. Penuh amarah. “Seharusnya aku…

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD