Bab 15

1167 Words

Suasana aula pesta itu gemerlap dan penuh suara—gelas beradu, tawa yang dibuat-buat, musik lembut yang mengalun dari sudut ruangan. Sarah berdiri di dekat meja dessert, awalnya hanya ingin menenangkan diri. Perutnya kosong sejak sore, dan semua ini—lampu herkilau, orang-orang, tatapan—membuat kepalanya sedikit pening. Ia mengambil satu kue kecil, lalu satu lagi, menggigitnya pelan. Rasanya manis, menenangkan. Ia lubpa sejenak bahwa ia sedang berada di dunia yang selalu menilainya. Itulah saat seorang wanita mendekat. Gaunnya berkilau mewah, perhiasannya berat, senyumnya tipis—bukan senyum ramah, melainkan senyum yang lebih mirip pisau tajam yang siapa menilai. Tatapannya turun ke tangan Sarah, ke piring kecil yang kini berisi remah-remah kue. “Menarik,” katanya, suaranya dibuat ringan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD