Siang itu, suasana di mansion Javier tidak lagi sama. Udara terasa lebih berat. Setiap sudut seperti menyimpan ketegangan yang belum terselesaikan. Para staf bergerak lebih pelan, lebih hati-hati, seolah tahu ada sesuatu yang tidak boleh mereka ganggu. Di ruang kerja— Javier berdiri diam di depan jendela besar. Tangannya berada di saku celana. Tatapannya lurus ke luar, namun pikirannya jauh lebih dalam dari sekadar pemandangan di hadapannya. Nama itu terus berputar di kepalanya. Amanda. Ia sudah mendapat cukup informasi. Lebih dari cukup. Dan satu hal menjadi sangat jelas— Apa yang terjadi tadi pagi… bukan kebetulan. Itu disengaja. Direncanakan. Dan targetnya… Sarah. Tangannya perlahan mengepal. Namun ekspresinya tetap tenang. Terlalu tenang. Yang justru membuatnya jauh

