Kita Berteman

1558 Words

“Jadi, apa kalian sudah bicarakan masalah resepsi?” celetuk Rasyid di tengah makan makan malam. “Kapan, dan mau digelar di mana?” “Belum,” jawab Fika cepat tanpa harus banyak berpikir. “Mas Abi masih sibuk, Pa. Jadi, biar aja begini dulu. Lagian kami juga sudah sah. Nggak perlu buru-buru.” “Tapi orang-orang juga perlu tahu, kalau kalian berdua sudah menikah,” lanjut Rasyid lalu beralih menatap putranya. “Lihat jadwalmu, Bi, terus ambil cuti dalam waktu dekat untuk resepsi dan lanjut bulan madu.” Fika sampai kesusahan menelan makanannya, karena kata bulan madu. Entah apa yang terjadi, bila Rasyid mengetahui permasalah mereka berdua nantinya. Karena Fika, sudah meminta cerai dalam jangka waktu satu bulan ke depan pada Abi. “Aku masih nangani kasus Darius, Pa.” Abi juga bingung, bila haru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD