49. Empatpuluhsembilan

1860 Words

Belom gw edit! banyak typo! ** Teng! Teng! Teng! Bel tanda istirahat yang kedua telah berbunyi. Begitu guru Matematika itu meninggalkan kelas, murid-murid berhambur keluar dari kelas. Gegas semua melangkah mendahului guru menuruni tangga. Kebanyakan mereka semua menuju ke kantin untuk mengisi perut, tetapi ada juga yang memilih pergi ke taman untuk makan bekal yang mereka bawa dari rumah. Namun, jauh berbeda dengan cowok jangkung yang emang lebih banyak diam dan hanya sesekali menyunggingkan senyum dengan tatapan sedingin es. Dia mengangkat kepala yang sejak tadi di geletakkannya di atas meja. Kedua mata menyipit menatap sekeliling yang sudah sedikit sepi. Merentangkan kedua tangan keatas, menatap teman-temannya yang melangkah mendekat. “Gimana? Kepsek bisa diandalin?” tanya Elmiro, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD