Masih menggenggam ponsel Elmiro, Agas berlari menyusuri karidor. Kakinya menuju ke ruang kepala sekolah, karna dia tau, pak Cokro peduli dengan Milly-nya. Kebetulan banget, pintu ruangan nggak tertutup. Terlihat di dalam ruangan itu, pak Cokro yang duduk menghadap pada layar laptop. “Pak,” seru Agas dari luar. Pak Cokro beralih dari kesibukan, menatap ke arah datangnya suara. “Agas, masuk.” Suruhnya, seakan sudah paham apa maksud Agas menemuinya. Tanpa menunggu, Agas melangkah masuk, di ikuti oleh kedua temannya yang juga ingin membantu masalah ini. Tiga cowok yang bajunya tak pernah di masukkan itu duduk di kursi tamu dalam ruangan. Semua mata cowok itu tertuju ke arah pak Cokro yang kembali fokus ke layar laptop. Agas kembali mengusap ponsel El yang masih ada di genggaman, memutar vi

