Begitu keluar dari supermarket, tatapan Milly langsung tertuju ke arah parkiran. Di mana lelakinya yang terlihat berbicara pada seseorang, setelahnya, Agas berbalik, melangkah menuju ke arahnya. Kedua mata Milly menyipit, menajamkan penglihatan. Melotot saat tau siapa lawan bicara Agas itu. Gadis yang tentu ia kenal, gadis yang paling membuatnya menderita dan selalu ia hindari. Walau kenyataannya, Hellen selalu di dekati untuk dibuat menderita. Milly mengalihkan tatapan, menarik nafas dalam, lalu membuangnya pelan. Mencoba bersikap tenang dan tidak takut seperti dulu lagi. Mendongak ketika Agas berada di depannya. Saling tatap untuk beberapa detik. Tak bisa ia sembunyikan perasaan takut itu, karna dadanya berdebar, seperti melihat hantu yang menakutkan. “Ayok, balik.” Ajak Agas, meraih

