Motor gede Agas berhenti di sisi kiri warung makan kecil pinggir jalan. Milly tersenyum menatap seorang wanita yang begitu ia rindukan. Di dalam sana, Hana tengah sibuk. Tangannya memegang kertas minyak, sangat jelas terlihat jika ia sedang membungkus beberapa nasi. Milly turun dengan berpegangan di kedua bahu Agas. Tak menunggu Agas, ia segera berlari masuk ke dalam warung. “Bibi!” teriaknya, berhambur memeluk Hana dari belakang. Hana sedikit terlonjak, menoleh, tersenyum lebar saat mendapati keponakannya ada di belakangnya. Mencium pipi putih Milly. “Sama siapa?” Milly melepaskan pelukan, berdiri di samping Hana, melihat beberapa menu yang tersaji di etalase kaca. “Sama Agas.” Jawabnya singkat. “Tuh, dia duduk di sana.” Menuding suami yang duduk di bawah pohon waru yang ada tak jauh d

