Bab 146

1227 Words

“Papa kamu pulang jam berapa?” tanya Asia kepada Lavanya. Lavanya bergumam. “Seharusnya sih, jam lima udah sampai rumah, Miss. Tapi, kayaknya hari ini Papa pulangnya agak telat. Tadi Papa sempat telepon dan bilang kalau ada rapat sama ada jadwal bimbingan skripsi. Jadinya pulangnya lebih sore.” “Oh,” balas Asia menganggukkan kepala mengerti. Mungkin memang sebaiknya Asia tidak bertemu dengan Shankara di sisa hari ini. Asia takut Shankara jadi semakin aneh yang malah membuatnya semakin kebingungan sendiri. Asia masih tidak percaya jika dosennya itu tadi pagi membelikannya kimbab dan juga minuman boba. Rasanya benar-benar seperti mimpi. Setidak nyata itu. “Kenapa Miss tanya soal Papa? Kangen ya?” goda Lavanya terkekeh pelan. Asia membelalakkan mata mendengar gurauan dari Lavanya itu.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD