Bab 147

1321 Words

Asia tidak dapat berhenti tersenyum setiap kali teringat ucapan Shankara tadi. Rasanya seperti mimpi. “Atau jangan-jangan memang mimpi,” gumam Asia seraya mencubit kedua pipinya dengan cukup keras. “Aw…. Sakit,” lanjutnya ketika merasakan nyeri di kedua pipinya akibat cubitannya sendiri. Lalu, senyum kecil kembali bertengger di bibir Asia. “Bukan mimpi,” tambahnya terkikik geli. Asia menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Perasaan bahagia memenuhi rongga dadanya, membuat Asia tidak henti-hentinya tersenyum. Asia rasa, malam ini ia akan bermimpi indah. “Aduh,” gumam Asia lagi seraya menarik selimut turun hingga ke d**a. “Kok gue takut salting kalau besok ketemu sama Pak Shan,” tambahnya dengan jantung berdegup gugup. “Kalau besok gue senyum-senyum terus gimana nih? Bisa dikira gil

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD