Bab 148

1233 Words

“Aduh, kalau gue tiba-tiba ditembak gimana, ya?” ucap Asia seraya tersenyum konyol ke arah Kalila yang duduk berhadapan dengannya. “Nanti gue jadi punya pacar dong,” lanjutnya seraya terkikik geli membayangkan jika Shankara benar-benar menembaknya. “Dih…,” ledek Kalila terkekeh geli melihat ekspresi Asia yang tampak girang sendiri. “Seneng banget lo.” “Ya gimana, ya, Kal, dia bilang kalau dia cemburu misal gue diantar cowok lain,” kata Asia dengan senyum lebar yang sejak tadi menghiasi bibirnya. “Dan dia juga bilang kalau dia sedang berusaha buat deketin gue.” “Lo yakin nggak salah dengar kan?” tanya Kalila. “Yakin,” jawab Asia menganggukkan kepala. “Well, yakin nggak yakin sih, sebanarnya,” lanjutnya agak ragu. “Maksud gue, rasanya kayak mimpi nggak, sih?” Asia kembali tersenyum kony

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD