Bab 149

1281 Words

“Pak Shan udah lama nunggunya?” tanya Asia ketika gadis itu sudah duduk manis di dalam mobil. Shankara menggelengkan kepala. “Nggak lama,” jawabnya berbohong. “Pulang sekarang?” “Iya,” ucap Asia seraya memasang sabuk pengamannya. “Omong-omong, kenapa kamu ngerjain tugas sampai sore begini?” tanya Shankara seraya menjalankan mobilnya. “Tadi juga belum selesai tahu, Pak. Tapi, karena udah kesorean, jadinya kami akhiri aja dulu. Lanjut lagi besok.” “Memangnya tugas makul apa?” “Makul yang diajar Pak Shan,” jawab Asia sewot sendiri. “Pak Shan masak nggak ingat kasih tugas kelompok seabrek. Belum lagi tugas individu.” “Oh, makul saya,” balas Shankara enteng. “Saya kira makul yang diampu oleh dosen lain.” Asia melirik Shankara dengan sebal. Dasar, suka nggak sadar diri kalau sering

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD