“Miss Asia,” sapa Lavanya dengan ekspresi senang seraya memeluk pinggang Asia. Asia terkekeh pelan melihat kebahagiaan Lavanya ketika mendapatinya berdiri di depan pintu ruang tamu. “Aku pikir Miss Asia masih nanti-nanti ke sininya,” kata Lavanya seraya mengangkat kepala menatap ke arah Asia. “Jadi, kamu pengennya Miss datang nanti-nanti?” goda Asia. Sontak saja Lavanya menggelengkan kepala. “Nggak dong. Aku pengennya Miss langsung sampai. Kalau boleh, malah aku pengennya Miss Asia di sini terus,” ucapnya. “Mana bisa Miss di sini terus?” “Kata Uncle Rasya sih, bisa, Miss.” “Bisa?” tanya Asia dengan bingung. Lavanya menganggukkan kepala dengan semangat. “Iya. Kata Uncle Rasya, Miss Asia bisa aja di sini terus. Tinggal di sini, di rumah ini bareng aku. Kita berdua bisa makan mala

