Bab 127

1513 Words

“Asia ini tuh yang dulu pernah Lavanya kasih lihat ke mama kan? Yang kata kamu guru lesnya Lavanya?” “Iya, Ma,” jawab Shankara. “Mama masih ingat wajahnya. Dia masih muda dan cantik, Shan,” ucap Mamanya tampak senang. Shankara menghela napas dalam mendengar ucapan mamanya itu. “Ma,” katanya memperingatkan. “Jangan berpikir yang aneh-aneh, Ma. Dia mahasiswiku di kampus.” “Memangnya kalau mahasiswimu nggak boleh kamu pacarin?” Mamanya membalas. “Ma,” tegur Shankara lagi. “Kata Rasya, Lavanya juga suka banget sama Asia. Kalau kamu pacaran sama Asia, sepertinya Lavanya nggak akan keberatan. Jadi, kamu nggak akan pusing sendiri dapetin restu dari Lavanya kayak pas kamu pacaran sama mantan kamu, Sarah,” kata Mamanya tak peduli dengan teguran Shankara. “Kamu ini, putus sama Sarah nggak b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD