Empat Belas - Merindukan Ibu

1319 Words

Dengan kaki gemetar, Puja berusaha kembali menuju meja kerjanya. Begitu sampai, ia langsung mendudukkan tubuhnya di kursi kerjanya yang empuk dan nyaman itu. “Astaga ... gila banget tuh Pak Akash! m***m gak tahu tempat! Dia itu kaya raya, uang banyak, kenapa gak m***m di hotel saja? Hotel kan banyak, ada yang murah juga kok, kata teman aku?” umpat Puja dengan kesal. “Ya Tuhan ... mataku ternoda lagi. Ampun ... itu tadi Pak Akash lagi jadi bayi besar begitu, ngeri sekali.” Ucap Puja dengan bergidik ngeri, dan menutup kedua wajahnya dengan tangan. “Ini Pak Akash kayaknya lagi kumat deh? Udah seminggu gak bawa ani-ani, eh ini bawa lagi? Aku kira kemarin Pak Akash sudah berubah gak gitu lagi? Gak bawa ani-ani, eh ini kumat lagi? Lagian kamu kenapa mikirin sampai segitunya sih, Puja? Mau dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD