Bab 48

816 Words

Vania berdiri di balkon kamarnya cukup lama pagi itu. Udara masih dingin, matahari belum terlalu tinggi. Dari atas sana, halaman belakang rumah terlihat sepi, hanya suara air kolam yang sesekali terdengar tenang. Matanya turun ke bawah, melihat Jevan berada di kolam renang. Lelaki itu bergerak santai, tidak terburu-buru, seperti sedang benar-benar menikmati waktu luang yang jarang ia dapatkan. Tidak ada ponsel di dekatnya. Tidak ada suara yang mengharuskan dirinya untuk menerima panggilan kerja. Hanya air dan pagi yang begitu menenangkan sekali. Vania bersandar pada pagar balkon, jari-jarinya mencengkeram besi dingin itu. Ada perasaan aneh yang selalu muncul setiap kali ia melihat Jevan dalam suasana yang berbeda dari biasanya—bukan sebagai sosok sibuk, bukan sebagai kepala keluarga, mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD