Bab 43

1573 Words

Rumah itu sunyi ketika Jevan masuk. Lampu ruang tengah menyala setengah, menimbulkan bayangan panjang di lantai marmer. Di tangannya ada kotak kue kecil dari toko favorit Vania. Kue itu masih hangat, aromanya lembut. Biasanya, Vania akan langsung muncul begitu mencium baunya. Biasanya, matanya akan berbinar dan dia akan berkata bahwa Jevan selalu ingat hal-hal kecil tentang dirinya. Biasanya. Jevan melangkah masuk lebih dalam. Jaketnya belum dilepas. Sepatunya masih menapak lantai. Matanya langsung tertuju ke arah tangga. Vania turun. Gadis itu baru saja keluar dari kamar, mengenakan kaus longgar dan celana panjang rumah. Rambutnya diikat seadanya. Wajahnya terlihat lelah, bukan karena kurang tidur, tapi karena terlalu banyak menahan sesuatu. Langkah Vania terhenti begitu melihat Jeva

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD