Permainan Membalas

1206 Words

"Sekarang kamu mengerti perasaanku, bukan? Kamu sudah melihat sendiri kegilaannya?" Ratri berdiri di ambang pintu, tangan bersilang, menatap Alya yang sedang duduk di depan cermin dan dengan hati-hati mengoleskan salep pada bibirnya yang masih bengkak. Sorot matanya tajam, memancarkan kepuasan. "Dia benar-benar tidak punya hati." gumam Alya, tanpa menoleh. Mereka membicarakan Nadira, tapi yang ada di kepala Alya saat ini adalah Axton. Jari-jemarinya dengan lembut menyentuh bekas ciuman Axton yang tersisa di bibirnya. Sensasi itu masih terasa membara. "Tapi kamu pintar." sambung Ratri, mendekat. Suaranya berbisik, penuh pujian yang manipulatif. "Sangat pintar mengatur strategi. Aku sangat puas melihat Nadira kalah darimu tadi siang. Sudah kuduga, Axton akan segera berpaling padamu!" Aly

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD