"Pak Awan ke kantor hari ini. Apakah ada berita bagus?" sapa Aldi setelah keluar dari lift dan melihat Awan berjalan menuju ke ruangan. Awan hanya mengangguk saja, dia sedang tidak mood bicara dengan sekretarisnya. Perasaannya masih campur aduk setelah kejadian sehari sebelumnya. Sakit itu masih menyelip di hatinya. "Aku sudah kembali. Untuk sementara aku akan datang ke kantor setiap hari. Bila ada dokumen penting segera kirim ke ruanganku." Awan bahkan tak membalas senyum Aldi untuknya. Padahal biasanya pria ini murah senyum pada siapa saja, pada semua pekerja yang ada di kantor ini dan akan membalas senyum mereka. Karena masalah Aluna, membuat pikirannya kusut dan susah untuk tersenyum. Awan mengayunkan tangan kiri yang memegang tas kerja. Ini mengundang perhatian Aldi. Atasannya ini

