Bab 107

1212 Words

Gedung pencakar langit Reuben Group yang menjulang angkuh di pusat metropolitan Jakarta kini tampak seperti raksasa yang kehilangan jiwanya. Lantai paling atas, tempat roda bisnis bernilai ratusan triliun biasanya digerakkan dengan presisi militer, kini diselimuti atmosfer yang mencekam. Ruang rapat utama yang biasanya dipenuhi oleh jajaran direksi bersetelan mahal kini lebih sering kosong. Jika ada pertemuan pun, itu hanyalah kasak-kusuk penuh ketakutan dari para pemegang saham yang menyaksikan kehancuran dinasti mereka dari dalam. Reuben Group mulai goyah. Saham perusahaan merosot ke titik terendah dalam dekade ini. Beberapa proyek infrastruktur strategis nasional terbengkalai, dan investor asing satu per satu menarik modal mereka karena ketidakpastian kepemimpinan. Alasan dari semua k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD