Bab 13 - Jebakan Alya

1222 Words

Pintu apartemen Alya menutup pelan di belakang mereka. Suasana hening. Hanya terdengar desahan napas tipis Alya saat ia mendekat ke Barra. Alya menatap Barra dengan cara yang selama ini tidak pernah ia tunjukkan di kantor. Tatapan penuh keberanian, rasa memiliki, dan sesuatu yang jauh lebih berbahaya. “Mas…,” bisiknya lembut. “Di sini… Kamu boleh berhenti menjadi Barra yang selalu dituntut sempurna.” Ia menyentuhkan ujung jarinya ke d**a Barra. Perlahan, naik ke kerah kemejanya. Barra hanya diam, tidak menolak, tidak menjauh. Dunianya terasa kabur. Marah pada Kirana, lelah, dan godaan Alya yang sejak tadi menelan seluruh pertahanannya. Alya mendekat, menghapus jarak di antara mereka. Sentuhan pertama terjadi. Lembut, tapi sekaligus membuat semuanya berubah. “Lihat aku, Mas.” Barra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD