BAB 12

3584 Words

“Hah? Yang benar?” Luna tak percaya. “Iya, lihat aja sendiri.” Luna mengambil ponsel Vania dan membaca pesan yang dimaksud. “Jumat malam ada acara? Temani aku ke pameran fotografi yuk. Natha.” “Ya ampun!” Luna berteriak girang. Orang-orang menoleh ke arahnya. Luna dan Vania terkikik. “Ini keajaiban!” Vania mengiyakan. “Ini kayak mimpi. Kesambet apa Natha sampai dia mengajak gue ke pameran. Oke, dia nggak mengajak gue nonton atau makan, tapi tetap aja, gue happy,” mata Vania berbinar-binar. Luna setuju. Untuk ukuran orang sekalem dan seserius Natha, ajakan pergi ke pameran adalah kemajuan besar. Tapi kok bisa? Kenapa tiba-tiba Natha mengajak Vania? “Lo nggak heran kok Natha bisa berkirim pesan ke lo kayak gini?” “Iya, gue juga bingung. Selama ini kan, ya lu tahu sendiri obrolan kami c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD