BAB 79

2498 Words

Luna membelalakkan mata melihat Alaric tiba-tiba berdiri tak jauh dari ranjang tempatnya berada. Ia sungguh tak bisa mempercayai penglihatannya bahwa Alaric kini berada di dalam kamarnya, dekat dengannya. Bagaimana bisa? Fanya yang melihat kepanikan Luna segera meraih tangan sahabatnya dan mencoba menenangkan. Tetapi wajah sahabatnya itu malah semakin dipenuhi kecemasan. Alaric melangkah perlahan. Chelsea mengikuti di belakangnya. Melihat ada perempuan lain yang datang bersama suaminya, raut wajah Luna terlihat semakin gelisah. Ia beringsut, berusaha menjauhkan diri. Seandainya ia mampu, ia pasti sudah berlari. Bukan Luna membenci suaminya, hanya saja saat ini luka di hatinya masih begitu terasa. Ia tidak bisa membohongi hati, betapa sepenuh jiwa ia masih teramat mencintai lelaki yang b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD