Berdasarkan riset terkait rumah tangga, cekcok itu sudah biasa. Nggak mungkin suatu hubungan berlangsung secara mulus layaknya paha wanita. Nah, berhasil tidaknya suatu bahtera, itu tergantung mereka yang menjalaninya. Apakah mau berdamai demi mencapai cita-cita menikah sekali seumur hidup, berpisah cukup karena batas usia, hanya maut yang bisa memisahkan kita (istilahnya). Atau, mau tengkar hingga rasanya tak ada lagi kata cocok di sana? Ah ... berpisah, ya? Berpikir, apakah itu jalan terbaik? Kalau memang terbaik, ya harusnya tidak berpisah. Bagaimana jika berpisah, ketika rindu tak bisa diratu, apa yang harus dilakukan saat cinta dipaksa untuk tak lagi bertuan? Sementara nyatanya, cinta itu masihlah digenggam. Bilik hati masihlah berpenghuni. Juga tubuh yang masih ingin saling me

