*Author Pov*
Selama sisa hari mereka sebelum pertandingan babak penyisihan kedua di laksanakan, Harimau Putih semakin latihan dengan intens.
Lalu tibalah hari pertandingan babak penyisihan kedua yang akan menentukan apakah tim mereka akan masuk ke dalam sepuluh besar untuk mengikuti semi final nanti.
Rio tidak terlalu berharap tim nya mampu masuk menuju semi final, tetapi mereka akan bertanding dengan baik sampai titik darah penghabisan.
Dua hari sebelum babak penyisihan ke dua, guru pendamping mereka mengumumkan jadwal pertandingan yang akan di gelar.
"Tim Harimau Putih akan bertanding di hari kedua sore hari. Kita masih belum mengetahui siapa yang akan menjadi lawan kita nanti, kemungkinan mereka baru akan memberitahu siapa yang akan bertanding dengan kita besok. Saya harap, siapapun lawannya, kita tetap mengerahkan semua kemampuan kita. Sekali lagi saya akan mengingatkan kalian, kalau saya sangat bangga dengan tim kita saat ini. Bertanding lah secara sehat dan jujur." pesannya saat memberitahukan jadwal pertandingan kami.
Sejak babak penyisihan awal, entah kenapa mereka selalu saja kebagian jadwal pertandingan di sore hari. Kadang hal itu membuat mereka semakin tertekan karena sudah melihat tim-tim hebat lainnya.
Pak Ridwan memberikan sedikit wejangan pada tim sebelum kembali menyerah kan latihan kami pada Alvan.
Alvan menatap kami satu persatu, lalu senyumnya terbit hingga membuat wajahnya terlihat lebih ramah.
"Saya tidak menyangka akan membawakan kalian sampai seperti ini. Rasanya saya jadi sedikit mengerti bagaimana perasaan pelatih terdahulu klub ini sangat membanggakan tim ini. Karena saat ini saya merasa sangat bangga terhadap kalian semua."