128

1217 Words

Amel terus berlari. Ia bahkan sampai membuka pintu rumah ibu mertuanya tanpa permisi. Merasa sudah aman, wanita itu lantas mendudukan diri di ruang keluarga. “Huft! Nggak ada yang liat kan tadi?” gumam Amel, was-was jika orang-orang suaminya menjadi cepu alias CCTV bernafas. “Bu..” tubuh Amel terlonjak. Matanya melotot saking kagetnya mendapat sapaan. “Maaf, Bu. Nggak maksud ngagetin.” Ujar salah satu asisten Sukma tak enak hati hampir membuat nyawa menantu majikannya melayang. “Kaget saya tauk! Kalau saya jantungan terus dead gimana ih!” omel Amel. Jantungnya kan lemah. Kalau semisal dirinya meninggoy,  bisa-bisa niat menikah lagi Hanggono berjalan lancar. Sia-sia kan sudah susah-susah kabur dari cengkeraman suaminya. “Maaf Bu. Saya juga kaget lihat Ibu di sini soalnya. Tumben banget p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD